Nama: Tiffany Frederika
NIM: 705120108
Beberapa waktu yang lalu,
tepatnya pada tanggal 24 September 2012, kita digemparkan oleh peristiwa
tawuran antara SMA 6 dan SMA 70 yang menewaskan seorang pelajar. Data dari
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa sejak tanggal 1
Januari 2012 sampai tanggal 26 September 2012, 17 orang pelajar telah tewas
akibat tawuran, sementara data dari Komnas Anak menunjukkan bahwa dari tanggal
1 Januari 2012 sampai bulan Juni 2012 telah ada 139 kasus tawuran (Ren, 2012).
Definisi
Tawuran
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online, kata tawuran, yang memiliki
kata dasar tawur, berarti perkelahian
beramai-ramai; perkelahian massal. Tawuran dilakukan oleh dua atau lebih
kelompok yang saling bermusuhan. Biasanya dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa,
karena itu, tawuran yang akan dibahas adalah tawuran antar pelajar yang sedang
marak terjadi.
Penyebab
Tawuran
Orang-orang sering berasumsi
bahwa pelaku tawuran adalah anak-anak yang berasal dari tingkat ekonomi rendah
dan memiliki nilai moral serta nilai agama yang rendah, padahal penyebabnya
tidaklah sesederhana itu, terlebih lagi bagi anak-anak yang berada di kota
besar seperti Jakarta, karena sering kali masalahnya sangat kompleks dan
meliputi berbagai faktor (Zulkarnaen, 2011). Diantara faktor-faktor tersebut,
ada dua faktor yang akan dibahas lebih lanjut.
Pengaruh lingkungan. Lingkungan
sosial, terlebih kelompok dimana seorang remaja berada, berpengaruh besar
sebagai salah satu faktor penyebab tawuran. Howell (dikutip dalam Barak, 2003,
h. 94) mengungkapkan:
Most gangs are governed by norms
supporting the expressive use of violence to settle disputes and to achieve
group goals associated with member recruitment, defense of one’s identity as a
gang member, turf protection and expansion, and defense of the the gang’s
honor.
Howell telah menjelaskan bahwa dalam
kebanyakan kelompok, kekerasan cenderung digunakan untuk berbagai hal, termasuk
untuk melindungi anggota dari kelompok mereka. Hal ini yang menyebabkan tawuran
terjadi, solidaritas yang terlalu kuat yang tejalin dalam sebuah kelompok,
sehingga bila ada satu saja anggota kelompok mereka yang terluka, mereka akan
berusaha membelanya. Selain itu, lingkungan di sekitar rumah dan sekolah yang
buruk juga dapat merangsang remaja untuk berperilaku buruk, yang mendukung
perilaku berkelahi (Zulkarnaen, 2011).
Pengaruh keluarga. Cara orang tua
membesarkan anaknya juga merupakan salah satu faktor seorang anak terlibat
dalam aksi tawuran. Bila seorang anak dibesarkan dengan kekerasan, dia akan
berpikir bahwa kekerasan adalah sesuatu yang wajar, sehingga dia akan mudah
melakukan kekerasan, sebaliknya, bila seorang anak dibesarkan dengan
perlindungan orang tua yang berlebihan, sang anak akan menjadi individu yang tidak
mandiri dan akan mudah terpengaruh oleh teman-temannya (Zulkarnaen, 2011). Ada
juga alasan-alasan lain dalam keluarga, seperti kurangnya perhatian dari
keluarga.
Cara
Pencegahan Tawuran
Sebenarnya, ada banyak cara
yang dapat dilakukan untuk mencegah tawuran, mulai dari yang sederhana sampai
yang membutuhkan tenaga ekstra. Berikut ini ada beberapa cara pencegahan
tawuran yang dapat dilakukan.
Pencegahan tawuran oleh sekolah. Untuk
mencegah tawuran, Kemendibud telah membuat 3 rumusan dasar, yaitu:
- Tegakkan disiplin internal sekolah.
- Kita bangun kegiatan bersama antar sekolah.
- Kita berikan dukungan penuh kepada kepolisian untuk menegakkan hukum siapapun yang salah harus dihukum.
Jika sekolah benar-benar menjalankan ketiga
rumusan di atas, maka tawuran antarpelajar akan dapat dicegah.
Pencegahan tawuran oleh keluarga. Keluarga
merupakan unit terkecil dari sebuah kelompok sosial, karena itu, selain
sekolah, keluarga juga bertanggung jawab untuk melakukan pencegahan tawuran
antarpelajar. Menurut Alimoeseo
(dikutip dalam Felicia, 2012), masa remaja adalah masa pencarian jati diri,
sehingga orang tua harus mengarahkan anak-anaknya agar memiliki karakter yang
baik, serta memiliki komunikasi yang baik dengan anak sehingga anaknya memiliki
karakter yang kuat dan tidak mudah terpengaruh lingkungan.
Kesimpulan
Masa remaja adalah masa
seseorang masih berusaha mencari jati dirinya, sehingga remaja mudah terkena
pengaruh buruk dari lingkungan sekitarnya, terlebih lagi teman-temannya. Oleh
karena itu, bimbingan orang tua dan sekolah sangat diperlukan agar remaja dapat
memiliki karakter yang tidak mudah terpengaruh lingkungannya dan tidak terlibat
dengan kelompok-kelompok yang mudah melakukan kekerasan.
Daftar
Pustaka
Barak, G. (2003). Violence
and nonviolence: Pathways to understanding. California, CA: Sage Publications, Inc.
Felicia, N. (2012, 26 September). Pencegahan tawuran pelajar butuh komitmen berbagai pihak. Diunduh
dari http://www.beritasatu.com/keluarga/74048-pencegahan-tawuran-pelajar-butuh-komitmen-berbagai-pihak.html
Ren, R. (2012, 28
September). Sederet tawuran pelajar di
Jabodetabek sejak awal 2012. Diunduh dari http://metro.news.viva.co.id/news/read/354946-sederet-tawuran-pelajar-di-jabodetabek-sejak-awal-2012
Tawuran. (n.d.). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online.
Diunduh dari http://www.kbbi.web.id/
Zulkarnaen, S. D. (2011, 15
Mei). Tawuran pelajar mempriatinkan dunia
pendidikan. Diunduh dari http://www.kpai.go.id/publikasi-mainmenu-33/artikel/258-tawuran-pelajar-memprihatinkan-dunia-pendidikan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar