Gue cuma ngambil intinya aja, tapi secara tim, D2 awalnya nggak terlalu dipeduliin atau dipromosiin, mereka juga dibilang 'sisa' dari D-Boys, soalnya member D2 emang ada yang sebenernya pemenang audisi D-Boys tapi malah dimasukkin ke D2. D-Boys sendiri juga grup aktor, tapi lebih terkenal, soalnya udah lebih lama. Selain itu, D2 juga berusaha keras buat TRUMP, musical mereka yang pemainnya full D2 doang, sampe berantem, depresi, dan lain-lain, tapi pas di bagian aftertalk, Tomo Yanagishita yang waktu itu jadi tamu malah komen bahwa mereka masih banyak kekurangannya, di depan penonton.
Kalo secara individual, katanya waktu Yuuki lulus audisi D*Date, banyak yang nggak suka sama dia dan bilang kalo dia cuma bisa lulus gara-gara bokapnya pemain baseball pro, jadi pake koneksi. Katanya juga Jin pernah depresi gara-gara dia terlalu mendalami peran Krauss di TRUMP saking seriusnya, terus, Omi waktu kecil pernah kecelakaan parah dan koma, sampe dokter aja nggak yakin kalo dia bakal bisa bangun dan jalan lagi. Ada juga Shion yang ngerasa dia bukan bagian dari D2, dan Mitsuya yang kadang-kadang suka nulis blog tentang hal-hal yang sedih dan kadang bilag dia nggak cukup pintar, or something along the line.
Yang mau gue bahas di sini adalah gimana D2 rada mirip sama Super Junior, baik secara grup maupun individual. D2 awalnya nggak terlalu dipromosiin dan dibilang 'sisa' dari D-Boys. Super Junior waktu debut (bahkan sampe sekarang, sama beberapa orang) dibilang bahwa mereka adalah 'sisa' dari DBSK, dan katanya mereka nggak dipeduliin sama SM. Untungnya mereka nggak punya senior kayak Tomo. Tapi setau gue member Super Junior juga sering berantem satu sama lain, sih.
Waktu baru lulus, banyak yang nggak suka sama Yuuki gara-gara katanya dia pake koneksi bokapnya. Kyuhyun juga waktu baru masuk Super Junior punya banyak anti, meskipun dengan alasan yang berbeda. Sekarang mereka malah jadi salah satu member yang terkenal. Omi pernah kecelakaan parah, Kyuhun juga pernah, dokter mereka sama-sama udah pesimis soal kemungkinan sembuhnya, tapi untungnya mereka bisa sembuh, meskipun mungkin nggak bener-bener kayak dulu lagi.
Shion ngerasa dia bukan bagian dari D2, Kyuhyun dulu juga ngerasa kayak gitu, dia pernah bilang kalo waktu Super Junior pertama kali menang, dia nggak nangis gara-gara dia merasa dia nggak pantes nangis. Mitsuya yang suka nulis hal-hal sedih di blog dan merasa kalo dirinya nggak cukup baik, mirip sama Leeteuk dan Yesung. Sebelom wamil, Leeteuk biasanya nulis tentang hal-hal yang sedih dan depressing, sementara Yesung sering merasa dia nggak cukup baik, padahal dia udah baik banget.
Oh, satu lagi, ini nggak terlalu berhubungan, tapi ada fans D2 yang masih nggak suka sama Tomo gara-gara insiden TRUMP. Gue sendiri merasa Tomo emang nggak etis, komentar begitu. Kalo dia ngomongnya waktu evaluasi sih, nggak masalah, malah mungkin itu bisa membangun, tapi dia ngomongnya di depan umum, jadinya nggak banget. Kayaknya member D2 pada tau kalo fans mereka nggak seneng sama Tomo gara-gara itu, jadi mereka kadang kayak nunjukin kalo hubungan mereka sama Tomo baik-baik aja. Gue rasa sih, mereka emang baik-baik aja, tapi nggak tau juga kalo ada yang dendam.
Nah, gue jadi inget sama peristiwa Kyuhyun-Leeteuk, di mana banyak fans Kyuhyun yang benci sama Leeteuk gara-gara Kyuhyun cerita waktu awal-awal, dia di-bully sama Leeteuk, TAPI, sekarang udah nggak. Ini pendapat gue tentang peristiwa itu:
I don’t understand why people keep bringing Leeteuk’s treatment to Kyuhyun when criticizing him. I mean, I know he is wrong and what he has done is really not wise, but isn’t it a past? People can keep criticize about his sexist comment or anything, but why do they keep bringing up his issue with Kyuhyun while Kyuhyun said he has forgiven Leeteuk? If the victim himself has forgiven Leeteuk, what made you, people who do not even know him personally, think you can keep criticize him about it? I’m aware that I don’t know Kyuhyun personally too, but I think people should trying to believe what he said. At least it would give KPop fandom more peace.
Waktu itu gue nulis ini di KPOPSecrets, tapi S!b-nya palsu. Gue merasa peristiwa Tomo mirip. Emang sih, Tomo salah, tapi kayaknya nggak perlu terus-terusan diinget? Terus gue mikir lagi, kenapa maafin Tomo kayaknya lebih susah daripada maafin Leeteuk. Alasannya adalah Tomo bukan bagian dari D2, sementara Leeteuk masih member Super Junior. Tapi itu menurut gue doang.
Ada satu hal yang aneh, diantara semua contoh yang gue sebutin, nama Kyuhyun paling yang banyak keluar. Apa itu artinya dia yang paling tragis? Atau mungkin artinya dia sehati sama member D2? Anyway, Super Junior punya lebih banyak lagi kisah menyedihkan, tapi gue rasa ggak perlu di bahas sekarang.
Inti dari post ini adalah, gue merasa D2 sama Super Junior rada mirip. Gitu aja.
Ada lagi, ini random, tapi katanya Kenki itu temenan baik sama Tomo, Mitsuya sering jalan sama Tomo, dan Akutsu masuk WE (Watanabe Entertaimen, agensinya D2) gara-gara ngeliat Tomo di Tenimyu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar