Rabu, 27 Maret 2013

I'm innocent. LOL. Not really.

Dari dulu, orang-orang yang nggak kenal deket sama gue selalu bilang, "Tiffany manis, ya. Kalo ngomong halus banget," "Kalian kayak Tiffany, dong, jadi anak baik," dan sebagainya. Mungkin karena tampang gue yang emang keliatan nggak berdosa, atau karena gue yang emang suka malu-malu kalo ketemu orang baru, mereka jadi mikir gue innocent gitu.

Kadang-kadang gue sendiri sampe nggak habis pikir sama cara pikir mereka. Pernah waktu gue ada acara drama, nginep gitu, terus kita main polisi maling pake uno. Yang jadi polisi harus nebak malingnya siapa, kebetulan gue jadi maling. Sampe akhir permainan, polisinya (waktu itu Ko Tony, koko gereja gue) salah nebak. Begitu gue buka kalo gue adalah malingnya, dia bilang gini, "Tadinya saya udah mikir kalau malingnya itu Tiffany, tapi tampangnya nggak kayak maling, saya jadi ragu." Namanya juga main, mana bisa nebak orang cuma liat dari tampang?

Tapi gue akuin kadang-kadang gue emang bertingkah innocent kalo bareng sama orang yang nggak deket sama gue, sih. Bukannya gue mau munafik atau apa, tapi gue nggak nyaman aja rasanya. Akhirnya, gue jadi lebih banyak dengar dan sedikit bicara. Itu juga kalo ngomong biasanya suara gue pelan. Nah, didukung dengan tampang gue, mereka langsung mengambil kesimpulan bahwa gue masih "anak kecil lugu" yang nggak tau apa-apa. They think I'm innocent, while actually, there's no innocence in me. Well, mungkin sedikit-sedikit ada sih, tapi yang pasti gue nggak selugu yang mereka pikir.

Mungkin itu salah satu alasan kenapa gue nggak suka sama orang-orang dan public figure yang image-nya innocent. Karena gue secara nggak sadar mikir kalau mereka itu sama kayak gue, meskipun mungkin nggak semuanya begitu. Gue tau orang-orang yang mirip sama gue, sih....

Lucunya, sikap gue yang malu-malu ini hilang kalo gue nggak berhadapan langsung sama lawan bicara gue. Gue sendiri ngerasa kalo gue rada judes pas ngadepin orang (apalagi yang nggak gue kenal) di dunia maya dan SMS. Entah kenapa rasanya gue buang-buang waktu. Katanya sih, ini salah satu alasan kenapa gue belom dapet pacar sampe sekarang, soalnya cowok-cowok yang PDKT sama gue lewat SMS dan dunia maya gue judesin semua.

Mungkin lebih baik begini juga, kali, ya? Kalo dipikir-pikir, toh image innocent berguna juga. Percaya nggak percaya, orang lebih gampang percaya sama orang yang kelihatannya lugu dann nggak "berbahaya", itu sebabnya gue bisa dapet banyak gosip, soalnya orang-orang pikir gue nggak peduli sama apa yang mereka ngomongin. Mereka juga lebih segan ngegangguin gue, kemungkinan besar, sih, karena mereka pikir gue nggak seru. Nggak masalah, lah.

Inti dari post ini? Tiffany Frederika is not innocent. At least not as innocent as many people think.

1 komentar:

  1. THE COOLEST FRIEND THAT EVER EXIST IN THE WHOLE WORLD.
    betewe, gue akhir-akhir ini lagi ngerasa gak asik buat lo. kenapa ya??? *efek insekyur berkepanjangan* jujur deh jujur...........

    dari lo, gue dapet banyak gosip, untuk GUE GOSIPKAN KEMBALI. thats cool. masa SMA emang paling priceless! maahaahahhaha...

    tapi kayaknya kuliah image lo mulai luntur ya? bener atau salah?

    BalasHapus