Senin, 28 April 2014

Abu-Abu


Gue bakal membagikan fakta-fakta dan hal-hak yang gue rasa ganjil dalam pementasan Teater Abu-Abu oleh Phonia. Gue sendiri berperan sebagai Nanny-nya Putri Putih.




Suatu ketika, di suatu tempat, ada dua kerajaan yang saling bertentangan Kerajaan Hitam dan Kerajaan Putih. 

Ratu Putih pernah dianiaya oleh orang-orang Hitam, sehingga ia menjadi dendam dan berniat untuk menghabisi semua orang-orang Hitam dengan membina mereka agar menjadi putih. Falsafah kerajaannya adalah "Anti kekerasan, ubah hitam menjadi putih".

Sejak kecil anak perempuan Ratu Putih tidak pernah diizinkan untuk keluar tembok istana karena Ratu Putih tidak mau anaknya bertemu atau melihat Para Hitam. Pada hari ulang tahunnya yang ke-17, anak perempuan Ratu Putih keluar dari tembok istana karena ia penasaran tentang apa yang ada di luar sana.

Sayangnya, di tengah jalan Putri Putih tersesat dan tertangkap oleh Para Hitam. Untung saja ia diselamatkan oleh seorang pria yang tak lain adalah Pangeran Hitam. Mereka berdua pun jatuh cinta.

Sementara itu, Hitam Satu, sahabat Pangeran Hitam, ternyata membenci Pangeran Hitam dan berencana untuk membunuhnya. Hitam Satu mendatangi Ratu Putih dan memberitahunya tentang hubungan antara Pangeran Hitam dan Putri Putih.

Ratu Putih marah dan memerintahkan Putri Putih untuk "dikurung di tempat gelap, tanpa siapa pun, tanpa mentari" selama 30 hari. Tapi Putri Putih dan Nanny-nya berhasil melarikan diri dan bersembunyi bersama Ratu dan Pangeran Hitam.

Marah karena Putrinya pergi, Ratu Putih memulai pembantaian besar-besaran terhadap Para Hitam. Ratu Putih sudah tidak peduli dengan falsafah kerajaan. "Usang, sudah saatnya falsafah itu diganti. Sekarang, yang kuatlah yang berkuasa. Itu prinsip."

Akhir cerita, Ratu Putih berhasil menemukan dan membunuh Ratu serta Pangeran Hitam, tetapi Putri Putih yang sangat mencintai Pangeran Hitam menjadi terpukul dan bunuh diri.

Tamat

Terus terang aja, sih, gue paling suka sama endingnya, soalnya bukan happy ending di mana hitam dan putih akhirnya berdamai.

"Hitam dan putih hanya ada di alam baka. Selama kita hidup, hanya ada abu-abu."

Nah, sekarang soal fakta-faktanya.

Nama Ratu Putih adalah Margaret, Raja Putih bernama Sebastian Jeremiah, sementara nama Putri Putih adalah Anastasia Putih.

Raja Sebastian Jeremiah meninggal tanggal 10 Oktober 1681 karena sakit.

Ulang tahun Putri Putih bertepatan dengan hari penobatan Ratu Putih dan hari Ratu Putih dianiaya sama Para Hitam, 13 November 1671. Berarti, waktu dianiaya, Ratu Putih udah tinggal melahirkan.

Hari Putri Putih pertama kali muncul di panggung adalah hari ulang tahunnya yang ke-17.

Gelang yang dipake sama Hitam Satu sebagai bukti bahwa Putri Putih keluar dari tembok adalah hadiah ulang tahunnya yang ke-17 dari Ratu Putih.

"Sejak si putih keparat itu naik tahta." Berapa umur hitam 1? Dia kan seharusnya seumuran sama Pangeran Hitam. Jangan-jangan, Pangeran Hitam dan Hitam 1 seumuran sama Ratu Putih?

Hitam Satu itu biseksual. "Dan lagi, kenapa orang-orang itu hanya tertarik padanya saja?"

Satu adegan sebelum adegan terakhir, Para Putih sudah mencari-cari Ratu dan Pangeran Hitam, tapi nggak ketemu, akhirnya Hitam 1 dapat insight bahwa mereka ada di gunung salju yang sangat dingin. Lucunya, meskipun di awal adegan mereka nggak tau bahwa Ratu dan Pangeran Hitam ada di gunung salju, mereka udah pake syal. Itu simbolisasi bahwa putih bisa berubah jadi hitam, sih (mereka semua pake syal hitam meskipun bajunya masih putih, sementara di adegan terakhir Para Hitam pake syal Putih), tapi lucu aja.

Segitu dulu, deh. Bye-bye.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar