Rabu, 14 Mei 2014

Tumbling

Setelah cowok yang bernyanyi sambil menari serta cowok yang bermain tenis sambil bernyanyi dan menari, sekarang gue lagi suka sama cowok yang senam ritmik, atau lebih dikenal dengan senam berirama.


Gue baru nonton Tumbling Butai Vol. 3. Jadi intinya teater tentang cowok-cowok yang jadi pesenam ritmik. Tumbling ini ada volume satu sama duanya juga tapi gue belom ketemu. Selain itu, Tumbling juga ada dramanya. Nah, kali ini gue bakal bahas Butai Vol. 3 sama dramanya.

Gue suka sama cerita kayak gini, soalnya seperti yang udah pernah gue bilang di sini, gue suka nontonin orang-orang yang mengisi masa muda, masa sekolah mereka dengan persahabatan, melakukan hal yang lo suka, dan gitu-gitu. Tapi itu nggak terlalu penting.

Anyway, peringatan aja, post ini mengandung spoiler, jadi kalau ada yang nggak suka sama spoiler, mendingan jangan dibaca.

Pertama-tama soal Tumbling Butai. Sebenernya, gue udah cukup lama mau download file ini. Malahan, gue udah download sampe part 6, tapi habis itu peralihan gue teralihkan sama Project K dan Decade. Kamis lalu akhirnya gue lanjutin download-nya. Totalnya ada sebelas bagian, 2.01 GB.

Tumbling Butai Vol. 3
Awalnya gue nonton Tumbling gara-gara ada Jun sama Sasaki Yoshihide doang, tapi akhirnya gue malah suka sama Baba Toru. Buat yang nggak inget, gue pernah nyebut Baba Toru di Movie Marathon. Dia itu yang pernah main di Kizumomo bareng Furukawa Yuta.

Btw, di Tumbling juga banyak cast dari TeniMyu.
Mizusawa Taku - Yanagishita Tomo - Kaidoh Kaoru ke-3 dan ke-4
Kinoshita Ryo - Baba Toru - Yagyuu Hiroshi A dan B
Tsukioka Yuto - Sasaki Yoshihide - Shiraishi Kuranosuke B
Minami Kengo - Harukawa Kyosuke - Shiraishi Kuranosuke A
Kanesaki Shuji - Aoyagi Ruito - Mukahi Gakuto A
Hinohara  Toshiharu - Nobuyama Toshihiro - Momoshiro Takeshi ke-5
Dobashi Akira - Shison Jun - Mukahi Gakuto ke-2

Heheh, ada dua Gakuto di situ. Nggak aneh juga, sih, Gakuto kan tipenya acrobatic tennis, yang mainnya sambil lompat-lompat muter-muter gitu. Shirashi-nya juga ada dua, sih...

Selain mereka, ada beberapa cast lagi:
Hioshi Kota - Kagimoto Akira (Aslinya Kido Yuya - Tooyama Kintarou A)
Natsuki Masashi - Tsuchiya Shion (Anggota D2)
Nishimura Mikio - Asaka Kodai
Higashino Saori - Eda Yuka
Kitajima Kaoru - Nigaki Risa
Haruyama Kazuki - Ishii Masanori

Waktu gue liat Nigaki Risa, gue merasa dia mirip sama seseorang, tapi gue nggak tau siapa. Setelah gue liat-liat lagi, gue baru ngeh kalau ternyata dia itu rada mirip sama Nishii Yukito,
Nigaki Risa
Nishii Yukito
Jadi, Tumbling Butai ini settingnya sekitar empat atau lima tahun setelah Tumbling drama. Kayaknya, sih, soalnya Mizusawa udah mahasiswa tingkat akhir, kayaknya. Kenapa banyak kata "kayaknya"? Karena gue nonton ini tanpa ada subtitle, jadi meskipun gue bisa ngikutin jalan ceritanya, detilnya rada kurang jelas.

Ceritanya klub Senam Ritmik di suatu universitas (gue lupa namanya) lagi kekurangan orang. Mereka cuma punya kapten, Kinoshita; satu... wakil kapten? Hioshi; satu anggota, Tsukioka; dan manager, Nishimura. Untungnya mereka dapet dua anggota lagi, Kanesaki sama Hinohara yang awalnya adalah penari break dance. Kayaknya.

Karena lomba Senam Ritmik kelompok itu harus beranggotakan enam orang, mereka nyari lagi satu anggota, targetnya bernama Dobashi. Sayangnya, Dobashi nggak mau ikut. Pas Kinoshita lagi ngebujuk-bujuk Dobashi, dia ketemu sama Mizusawa temennya dulu yang pesenam ritmik juga. Jadilah Mizusawa ikutan dibujuk juga. Lagian, Dobashi ternyata kagum sama Mizusawa, jadi dia nggak mau ikut masuk klub kalau Mizusawa nggak ikut.

Masalahnya, Mizusawa udah nggak senam ritmik lagi. Pas di satu pertandingan, juniornya Mizusawa, Minami, cidera dan jadi pincang. Gue juga nggak ngerti kenapa, tapi Mizusawa nyalahin dirinya sendiri dan nggak bisa lompat lagi.

Ceritanya panjang, tapi pokoknya belakangan Mizusawa mau bergabung dalam klub dan udah bisa lompat lagi, tapi Kinoshita malah mengundurkan diri dari klub. Awalnya sih dia nggak jelasin kenapa, tapi dari yang gue tangkep kayaknya ada masalah keuangan gitu.

Akhir cerita, Kinoshita tetap mengundurkan diri dari klub, tapi dia masih mendukung temen-temennya pas tampil. Mereka kalah, sih, tapi menang atau kalah bukan masalah. Yang penting kan bromance. Heheh.

Satu hal yang ngena buat gue adalah pas Kinoshita udah mengundurkan diri, kostum dia berubah dari gaya anak muda jadi baju orang kantoran, pake kemeja sama jas gitu. Entah kenapa, tiap kali ngeliat dia begitu gue jadi sedih. Maksud gue, dia tuh kayak ngegambarin perubahan dari anak kuliah yang masih bisa seneng-seneng jadi "orang dewasa" yang udah punya tanggung jawab penuh. Begitulah.

Tapi nggak rugi banget nonton Tumbling Butai ini. Tadinya gue merasa rada awkward, sih, ngeliat cowok-cowok pake unitard warna-warni dengan gerakan yang gemulai, tapi begitu mereka mulai lompat-lompat sambil jungkir balik, wow. Keren banget. Seriusan.

Itu baru butai-nya. Sekarang gue mau bahas soal dramanya, Tumbling. Ini buat subtitle-nya, ini kalau lo mau nonton online. Seperti yang udah gue bilang, drama Tumbling setting waktunya sebelum Tumbling Butai. Nah, di sini Mizusawa masih SMA 3, tapi bukan dia pemeran utamanya.

Tumbling
Buat sinopsis dan pemerannya, bisa langsung dilihat di sini aja.

Sekali lagi gue ingatkan, post ini bakal berisi spoiler.

Jadi, Azuma Wataru harus masuk klub karena nilainya kurang, nah, dia milih klub senam ritmik gara-gara cewek yang dia suka juga masuk klub itu -klub ceweknya, tentunya-. Tapi karena dia adalah berandalan, ada aja masalah yang harus dihadapin sama dia dan anggota klub lain.

Awalnya Takenaka, kapten klub, sama Wataru sering berantem, apalagi pas Wataru ngerusakin barang milik klub, tapi seiring berjalannya waktu, mereka malah jadi deket. Lucu juga liat mereka teriak-teriakan di gym atau di lorong kelas. Wataru udah kayak wakilnya Takenaka di bidang kemanusiaan, kalau wakil Takenaka di bidang senam ritmik, kayaknya Mizusawa, deh.

Karena Wataru sekarang sibuk sama klubnya, temennya Wataru, Ryosuke, merasa ditinggalin. Apalagi waktu dia mau cerita tentang masalahnya sama Wataru, Wataru malah ngejer-ngejer Takenaka gara-gara ada masalah di klub. Akhirnya mereka baikan, sih, malah Ryosuke sama Nippori, temennya Wataru yang lain, masuk klub senam ritmik juga.

Satu masalah selesai, dateng lagi masalah lain. Mulai dari Nippori yang nggak ikut latihan karena harus bantu bokapnya, masalah bokapnya Wataru, pelatih (yang sebenernya nggak ngerti senam ritmik) mereka yang mengundurkan diri, sampe masalah sama anak berandal lain, Akabane, yang suka banget gangguin Wataru.

Ada satu anggota dari sekolah Washizu, lawan tangguh dalam bidang senam ritmik, yang waktu SMP satu sekolah sama Takenaka, namanya Tsurumi. Off topic, tapi waktu pertama kali ngeliat dia gue ngerasa dia mirip sama Hashimoto Shinichi. Nah, Tsurumi ini kapten dari klub di sekolahnya. Kalau kapten klub di sekolah yang udah terkenal soal kehebatannya di bidang senam ritmik, harusnya dia nggak perlu peduli sama Takenaka yang meskipun dulu sekolah bareng dia nggak pernah kepilih jadi anggota reguler, dong? Tapi entah kenapa kayaknya dia terobsesi banget sama Takenaka. Takenaka nggak ngapa-ngapain aja disamperin sama dia, terus dikritik habis-habisan. Kayak cari ribut gitu.

Kalau gue harus menggambarkan drama Tumbling dalam satu kata, maka gue bakal pilih kata drama. Iya, drama. Di setiap episode ada aja yang nangis, ada aja masalah, ada aja yang nggak beres. Nggak ada satu episode pun yang isinya mereka happy dari awal sampe akhir. Nggak ada. Nggak jelek, sih, cuma ya banyak drama aja.

Cerita tentang bromance gini nggak lengkap kalau nggak ada satu pun anggotanya yang gay, kan? Nah, di sini, Yanagishita Tomo yang kebagian peran itu. Yup, Mizusawa itu gay.

Well, sebenernya gue rasa mungkin dia bi, soalnya satu-satunya cowok yang dia taksir itu Kiyama, temen berandalannya Wataru yang akhirnya masuk klub juga, tapi dia juga nggak pernah cerita soal kalau dia pernah naksir cewek juga, sih.

Anyway, waktu temen-temen satu klubnya tau kalau dia itu gay, mereka rada jaga jarak gitu, tapi begitu baca surat yang ditulis Mizusawa yang berisi kesan dan pesannya terhadap setiap anggota, mereka jadi merasa bersalah dan hubungan mereka langsung balik kayak semula. Tidur bareng, mandi bareng (salah satu anggota klubnya punya usaha pemandian air panas gitu). Sayangnya perasaan Mizusawa nggak dibalas sama Kiyama.

Di drama ini juga gue ketemu beberapa aktor tersembunyi yang gue kenal. Kenapa tersembunyi? Karena munculnya cuma sekilas doang. Yang pertama ada Yasukawa Junpei, pemeran Marui Bunta Season 2, dia jadi salah satu anggota Washizu di episode-episode awal, tapi kayaknya belakangan udah nggak ada.
Yasukawa Junpei di sebelah kiri. Yang tengah itu Nakadoi Hiroki, yang gue bilang mirip Hashimoto Shinichi.
Setelah itu ada Nakagauchi Masataka (well, gue pikir sih dia), pemeran Niou Masaharu Season 1 A dan B, dia jadi ketua klub dance hip hop gitu, nantinya dia bakal bantu anak-anak klub senam ritmik bikin koreografi baru.
Nakagauchi Masataka
Yang terakhir, ada Arai Atsushi, anggota D2, dia jadi salah satu anak di kelas Wataru dkk yang ngegosip.
Arai Atsushi
Terus, waktu awal-awal gue liat Akabane, mantan temen berandalannya Wataru yang akhirnya jadi benci banget sama dia, gue yakin banget kalau yang meranin dia itu Tomotsune Yuuki, tapi ternyata Isaka Tatsuya.
Isaka Tatsuya
Tomotsune Yuuki
Waktu gue liat Kiyama, gebetannya Mizusawa, gue pikir yang meranin dia itu Minami Keisuke, tapi ternyata Daito Shunsuke.
Daito Shunsuke
Minami Keisuke
Awal-awal juga gue ngerasa Nippori mirip sama IkeP. Gue tau itu bukan dia, sih, soalnya yang meranin jadi Nippori itu Kaku Kento, tapi ada saat-saat di mana dia keliatan mirip sama IkeP.

Gue pernah cerita di sini soal insiden Yanagishita Tomo sama D2. Gue emang bilang kalau itu semua udah berlalu dan bla, bla, bla, tapi sebenernya gue rada terpengaruh juga sama kata-katanya Asuka, makanya waktu awal-awal gue ngeliat Mizusawa, gue ngerasa rada aneh. Nggak sampe benci atau nggak suka, sih, cuma aneh aja. Tapi sekarang gue malah suka sama Mizusawa. Sama Tomo juga.
Adegan favorit gue. Mizusawa-nya cute. BTW, ini pertama kalinya gue bikin gif.
Terus, gue juga jadi suka sama Seto Koji. Gue tau dia sejak dulu, gue juga nggak inget dari mana, tapi seenggaknya gue tau namanya udah cukup lama. Mungkin waktu jaman dia main di Kamen Rider Kiva? Waktu itu gue masih sering beli Animonster, jadi bisa aja gue kenal dia dari situ. Gue mulai inget lagi sama dia sejak gue nonton Sadako 2 -BTW, Yamaguchi Kenki ada di Sadako 2, loh, jadi orang yang tewas di kereta, waktu nonton gue sampe rada kaget- tapi gue nggak terlalu tertarik sama dia.

Pas gue nonton Kamen Rider Decade, di episode awalnya kan Kiva muncul, baru deh gue tertarik sama dia. Gue sampe galau mau nonton W atau Kiva setelah Decade. Tapi itu pun cuma begitu aja, nggak sampe gimana banget. Di Tumbling, Seto Koji jadi Takenaka. Mungkin karena dia dapet screentime yang cukup banyak, atau karena rambutnya -gue rasa sih karena rambutnya-, gue jadi suka sama dia. Tampangnya sih, menurut gue nggak cakep banget sampe gimana, tapi gue seneng aja negliat senyumnya. Udah gitu, kalau dia nangis tuh bawaannya jadi kasihan gitu sama dia...
=D
;-;
Terakhir, ada satu karakter, namanya Hino Tetsuya. Dia itu jago senam ritmik, levelnya beda, lah, sama yang lain, tapi dia penyendiri gitu. Ternyata, bokapnya tuh mantan pesenam olimpiade gitu. Waktu kecil dia sama kakak laki-lakinya sama-sama senam artistik, tapi kakaknya terpilih jadi artis olimpiade sementara dia nggak, sejak itu dia mulai menekuni senam ritmik. Gue juga nggak tau bedanya senam ritmik sama artistik apa. Bokapnya nganggep Hino lari dari kenyataan dengan memilih senam ritmik. Akhirnya sih, Hino tetep milih senam ritmik dan bener-bener jadi bagian dari klub.

Hino diperanin sama Nishijima Takahiro, member AAA. Gue pertama kali ngeliat dia di Delicious Gakuin dengan peran yang 180 derajat beda sama perannya sebagai Hino, jadi awal-awal aneh juga rasanya, ngeliat dia yang biasa teriak-teriakan soal makanan jadi cool and distant gitu. Tapi gue suka, sih, karena itu artinya dia bisa nerima banyak peran.

Waktu di Delicius Gakuin sih gue nggak sadar, tapi pas di Tumbling, apalagi di episode-episode akhir, gue makin merasa Nishijima mirip sama salah satu temen gue. Boleh gue sebut namanya, nggak, ya? Pokoknya dia itu cosplayer. Mungkin gue baru sadar pas di Tumbling soalnya perilaku Hino mirip-mirip sama temen gue ini. Kalau orang yang nggak kenal pasti dapet kesannya penyendiri dan dingin, padahal sih nggak.

Hmm... Kayaknya segitu dulu kali, ya? Kalo menurut gue, sih, nggak rugi banget nonton Tumbling. Boeh dicoba kalau lagi ada waktu. Nggak bakal nyesel, deh. Kapan lagi liat cowok-cowok cakep pake unitard dan ngelakuin senam ritmik?

Kredit foto dari PuriCoffe dan Google.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar