Kali ini gue bakal ngebahas soal one day trip ke Bandung.
One day trip ke Bandung. Awalnya, gue dan temen-temen gue udah bikin rencana mau ke Pangandaran, tapi nggak jadi karena pada nggak diijinin, akhirnya, kita pergi ke Bandung, deh, tapi nggak nginep.
Dari delapan orang, yang pergi cuma lima orang plus cowoknya Vania. Tadinya sih, enam, sama An An, tapi sehari sebelum pergi dia batal gara-gara katanya dia sakit. Jadilah kami pergi ke Bandung dengan total enam orang.
Waktu pesen tiket, katanya kami disuruh datang ke stasiun satu jam sebelum berangkat. FYI aja, kami berangkat dari Stasiun Gambir. Karena kereta kami berangkat pukul 7.25, jadi kami harus udah ada di stasiun pukul 6.25, begitu katanya. Kami janjian buat ketemuan di stasiun pukul 6.15.
Emang dasar orang Indonesia. Sampai pukul 6.20 gue tungguin belum pada muncul. Akhirnya gue mau sarapan dulu sama bokap gue. Begitu makanan gue dateng, tiba-tiba temen-temen gue udah pada sampe di stasiun juga. Jadinya gue ketemu sama mereka dulu baru makan.
Kalau menurut pengumuman, keretanya delay dua puluh menit, tapi kenyataannya kereta baru berangkat pukul delapan. Kami naik kereta sekitar tiga setengah jam. Kami naik kereta kelas eksekutif yang harganya Rp 80.000,.
Setelah sampai di Stasiun Bandung, kami nyari Pak Tatang, sopir yang bakal mengantar kami keliling Bandung seharian. Harga sewa APV plus sopir dan bensin Rp. 450.000,. Kalau kata nyokap gue sih murah. Sopirnya baik, sih, tapi gue nggak tau dia itu rada tuli atau terlalu fokus sama jalanan, soalnya kadang kalau ditanya dia nggak jawab. Anehnya, kalau diajak ngobrol sama cowoknya Vania bisa jawab. Emang sih, cowoknya Vania duduk di depan, tapi suaranya kecil. Masih lebih besar suara Vania atau Icha pas lagi nanya.
Karena pas tiba di Bandung udah siang, sekitar pukul 11.25, kami mutusin buat cari tempat makan dulu. Pas ditanya, sopirnya merekomendasikan Situ Umar. Katanya bagus. Ya kami ikut aja. Ternyata, Situ Umar itu nama lain dari Floating Market. Perjalanannya sekitar satu jam dari Stasiun Bandung.
![]() |
| Dari kiri ke kanan: gue, Vania, Tiffany, Icha, dan Helza |
Floating Market tempatnya bagus, sih, lumayan. Gue suka sama kandang burungnya. Ada Taman Kelinci, tempat makan, nangkep belut, dan lain-lain. Sayang di Taman Kelinci kelincinya rada kotor. Udah gitu dia pakai sistem koin. Jadi alat pembayarannya cuma bisa pakai koin. Kelipatan Rp. 5.000,. Sayangnya, koin-koin itu nggak bisa di refund, jadi coba pikir-pikir dulu sebelum nuker koin.
Di Floating Market gue makan XXL Crispy Chicken-nya Star Chicken, atau Chiken Star, gue lupa. Nggak seenak Shilin, sih, tapi seenggaknya bisa dimakan, lah. Meja makannya ngambang gitu, jadi kalau makan bisa goyang kiri-kanan. Cukup untuk bikin pusing.
Setelah dari Floating Market, kami ke Maribaya. Jaraknya mungkin sekitar lima belas atau dua puluh menit. Tapi kayaknya sih sopirnya lewat jalan pintas.
![]() |
| Sebagian peta Maribaya |
![]() |
| Sebagian keterangan peta Maribaya |
Seinget gue dulu Maribaya bagus, tapi pas gue dateng nggak bagus-bagus amat. Kami cuma ke -kalo nggak salah sih- Curug Omas. Mungkin karena rame, tapi sungainya banyak sampah gitu, dan warnanya rada coklat. Di jalannya pun banyak sampah berserakan. Emang nggak ada tempat sampah juga, sih... Tapi banyak monyet. Dan lumayan lah, kalau mau olahraga. Karena jalanan ke air terjunnya menurun, jadi pas balik lagi harus nanjak.
![]() |
| Di ambil di deket Curug Omas |
Dari Maribaya kami ke Maja House. Dari awal bilang mau ke Bandung, Vania emang udah niat banget ke Maja House mau coba makanannya katanya, tapi gue lupa apa, pokoknya rasa green tea. Di Maja House sepi banget. Mungkin karena hari Senin, atau karena masih sore, tapi orangnya cuma ada dua meja doang.
Niatnya sih cuma pesen makanan ringan doang, tapi gue malah jadi pesen spaghetti. Gue nggak tau kalau menurut yang lain, tapi menurut gue, di Maja House itu bayar pemandangan doang. Rasanya nggak sebanding sama harganya. Dan sebenernya pemandangannya juga nggak sampe bagus-bagus banget. Mungkin lebih ke suasana dan dekorasinya. Di sana kita bisa makan sambil tidur-tiduran gitu, soalnya.
![]() |
| Spaghetti gue |
![]() |
| Pemandangan dari Maja House |
Untung ternyata ada satpam yang disuruh jualan. Jadi dia kayak buka stand kecil di seberang toko gitu. Hebat banget, deh, satpamnya. Dia tau semua produk dan harga, udah gitu, dia juga nggak bingung meskipun ditanya langsung sama banyak orang dan semuanya buru-buru. Punya karyawan kayak gitu sih enak banget.
Ternyata kami nggak sampai sepuluh menit belanja di Kartika Sari, jadi masih ada cukup waktu untuk balik ke stasiun tanpa buru-buru. Jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandung ke Gambir pukul 19.50, tapi sekitar pukul 19.20-an keretanya udah ada, dan udah bisa dimasukin. Kami naik ya
Kereta berangkat cukup tepat waktu. Selama perjalanan diputerin film 21 Blackjack. Gue nggak nonton lengkap, sih, soalnya gue tidur sekitar setengah jam, tapi ya cukup menghibur, lah. Kami tiba di gambir pukul 23.10-an. Bokap dan Shasha udah nunggu di Dunkin Donut. Kenneth juga ikut, tapi dia ketiduran. Dengan demikian berakhirlah petualangan gue.
![]() |
| Gue dan kawan-kawan di Maja House |







Tidak ada komentar:
Posting Komentar