Jumat, 07 Agustus 2015

Complain



Gue lagi kesal banget sama toko furniture yang berasal dari salah satu negara di Skandinavia. Sebenarnya ini sudah lumayan lama, tapi karena gue masih kesal dan masalahnya juga belum selesai, jadi gue tulis di sini, supaya senggaknya rasa kesalnya bisa mereda.

Jadi ceritanya begini.



Waktu ada satu mall baru buka di Tangerang, gue dan keluarga besar gue pergi ke sana untuk jalan-jalan dan cari tahu saja, supaya nggak norak. Di sana ada toko furniture yang bersangkutan, baru buka juga. Karena memang lagi iseng-iseng, kami masuk ke sana untuk lihat, siap tahu ada yang bisa dibeli. Ternyata ada. Di sana ada ranjang yang dari dulu gue inginkan, ranjang yang bawahnya meja gitu, kayak gini.
Ranjangnya
Sebenarnya gue sudah pernah lihat di toko lain, meskipun modelnya beda sedikit, tapi karena harganya nggak sesuai, nggak dibeli, deh. Kalau barang yang kali ini harganya sesuai, jadi orangtua gue sepakat untuk beli ranjang itu. Karena waktu itu gue lagi sibuk bikin penelitian dan ujian, jadi pengiriman barang dijadwalkan tanggal 15 Juni. FYI saja, gue perginya pertama kali tanggal 31 Mei, tapi jadi beli barang dan pelunasannya tanggal 2 Juni.

Tanggal 13 dan 14 Juni kami sekeluarga sudah siap-siap untuk kedatangan ranjang baru tersebut, sampai geser-geser lemari dan ranjang lama segala. Sayangnya, pas tanggal 15, sampai sore pun masih belum ada kabar. Akhirnya kami yang berinisiatif untuk menanyakan tentang ranjangnya. Itu pun dengan susah payah, karena nomor telepon toko yang dikasih sama petugasnya nggak bisa dihubungi, jadi gue harus nelpon ke cabang lain untuk minta langsung nomor telepon gudangnya.

Kira-kira inti pembicaraannya begini:

Gue: Ranjang saya mana, ya?
Petugas: Sebentar, ya, saya cek dulu. Nanti saya telepon lagi, ditunggu sepuluh menit.

*Lima belas menit kemudian belum ada kabar, jadi gue telepon lagi*

Gue: Gimana kabar ranjang saya?
Petugas: Pas mau dikirim, ternyata ada cacat, jadi belum dikirim dulu.
Gue: Jadi kapan dikirimnya?
Petugas: Besok.
Gue: Oke.

*Beberapa jam kemudian ada telepon dari sana*

Petugas: Jadi ternyata, barangnya habis. Nggak ada yang bisa dikirim.
Gue: Jadi kapan dikirimnya?
Petugas: Sekitar setelah lebaran.
Gue: Oke.

*Beberapa hari sebelum lebaran, gue telepon lagi*

Gue: Gimana kabar ranjang saya?
Petugas: Masih ada di luar, belum dikirim ke Indonesia.
Gue: Jadi kapan dikirimnya?
Petugas: Sekitar awal Agustus.
Gue: Nggak sampai tanggal lima belasan, kan?
Petugas: Mungkin bisa sampai tanggal lima belasan.
Gue: Oke.

*Beberapa hari yang lalu gue telepon*

Gue: Gimana kabar ranjang saya?
Petugas: Masih belum tahu kapan tiba di Indonesia.
Gue: Terus kapan tahunya?
Petugas: Paling nanti kalau pas hari mau dikirim ke rumah, kami telepon.
Gue: Kasih tahunya pas hari-H? Nggak bisa lebih awal?
Petugas: Kalau gitu, paling satu hari sebelum dikirim.
Gue: Oke.

*Tapi gue belum puas, jadi gue telepon lagi. Hari ini, 7 Agustus*

Gue: Gimana kabar ranjang saya?
Petugas: Masih belum bisa dikirim. Dua belas hari lagi. (Jadi kira-kira tanggal 19 Agustus, dan gue sudah masuk kuliah. Kan ribet).
Gue: Seriusan?
Petugas: Coba nanti saya minta dari cabang mall-nya yang langsung hubungi.
Gue: Oke.

*Gue ditelepon orang dari cabang mall-nya*

Gue: Gimana kabar ranjang saya?
Petugas: Sudah sampai kontainer, sih, tapi belum bisa dikirim.
Gue: Jadi kapan dikirimnya?
Petugas: Sekitar tujuh sampai sepuluh hari sebelum akhir Agustus. (Jadi kira-kira tanggal 21-24 Agustus).
Gue: Dapat kompensasi?
Petugas: Dapat handuk.
Gue: Oke.


Dan itulah inti pembicaraannya. BTW, meskipun gue bilang "gue" sebenernya dalam beberapa percakapan yang ngomong adalah nyokap gue, tapi supaya gampang saja.

Bayangin, gue beli dari awal bulan Juni, tapi sampai sekarang belum dikirim. Dan waktu awal, waktu tanggal seharusnya pengiriman tapi nggak dikirim, gue nggak dikasih kabar apa-apa. Kalau gue nggak telepon, mungkin sampai sekarang gue masih nunggu tanpa kepastian. Meskipun sudah telepon pun gue masih nunggu tanpa kepastian. Padahal bilangnya bisa langsung. Kalau bilang dari awal harus nunggu, kan gue bisa pikir-pikir dulu. Sekarang duit sudah di tangan dia tapi barang belum sampai juga. Sudah geser-geser barang segala macam. Sudah ngarep-ngarep dapat ranjang baru, eh ternyata malah begini.

Yang bikin kesal tuh setiap kali ditelepon, tanggalnya diundur terus. Terus, kompensasinya cuma handuk. Gue nunggu dua bulan. Kerugian gue itu kerugian immaterial yang lebih besar nilainya dari kerugian material, karena gue rugi waktu, tenaga, rencana berantakan semua, dan kompensasinya cuma dapat handuk? Kalau dapat kasur atau kursi, sih masih mending. Belinya ranjang, loh. Buat tidur. Bukannya lemari atau TV. Jadi gue harus tidur di lantai selama barangnya belum datang? Atau jangan-jangan barangnya memang nggak ada.

Anyway, sekalian saja, deh, gue sebut. Gue belinya di JYSK di mall AEON. Ugh.

UPDATE 

Setelah nunggu dan nggak ada kabar, akhirnya gue telepon lagi ke JYSK hari ini (24 Agustus). Kira-kira percakapannya begini:

Gue: Gimana kabar ranjang saya?
Petugas: Ranjangnya sudah ada, kemungkinan besok bisa dikirim.
Gue: Seriusan? 
Petugas: Coba saya konfirmasi ke pihak JYSK AEON dulu. Nanti saya telepon lagi.
Gue: Oke.

Seperti biasa, gue nggak ditelepon lagi. Akhirnya gue yang telepon dia lagi.

Gue: Gimana kabar ranjang saya?
Petugas: (Bisik-Bisik ke orang lain di sana) Gimana, nih, Pak? (Si Bapak jawab sesuatu).
Petugas: Jadi, ternyata ada kesalahan log, Bu, dan ranjangnya belum ada. Bukannya tadi saya sudah hubungi ibu?
Gue: Gimana bisa salah, sih? Kan sudah ditelepon dari siang, ini sudah sore, harusnya bisa dicek dulu. Dan kamu belum hubungi saya. Padahal saya tungguin dari tadi.
Petugas: Iya, maaf, Bu.
Gue: Saya cancel aja, deh, Mbak. Sudah kelamaan. Saya berasa dimainin sama JYSK. 
Petugas: Kalau cancel, Ibu silakan pilih barang lain dari toko kami.
Gue: Saya maunya kembali uang. Itu kan budget saya untuk beli ranjang. Kalau ganti barang lain, terus saya beli barang ranjangnya gimana? 
Petugas: Mmm... Mungkin besok bisa dihubungi lagi.

JYSK serius jualan, nggak, sih? Dia kan perusahaan besar, masa pelayanannya kayak main-main begini? Buang waktu banget. Mau gue tuh kalau nggak ada bilang nggak ada, jangan diulur begini. PHP banget. Nyokap gue mau cancel karena takut dikasih barang display. Apa perlu tulis di koran dulu baru bisa dapat kejelasan?

UPDATE 

Ini update yang rada telat, sih, tapi ya... Barangnya sudah sampai. Untungnya staff yang nganterin dan ngerakit ranjangnya baik.

Kisah Ranjang berakhir di sini. Semoga saja nggak ada orang lain yang mengalami hal yang sama kayak gue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar