Waktu jaman SMA, gue punya temen, sebut aja namanya A.
Suatu hari, siang menjelang sore pas gue mau tidur siang, A nelpon gue. Waktu itu gue emang masih telpon-telponan sama A. Nggak kayak sekarang, chatting aja susah.
Kira-kira begini percakapan kami waktu itu:
A: Fan, sebenernya gue...
Gue: ...?
A: Sebenernya gue *blablablainiprivasi*
Gue:...
*Tiba-tiba teleponnya mati*
Gue bingung banget. 'Kenapa teleponnya dimatiin? Apa dia cuma mau kasih pengakuan doang? Tapi kalau ternyata teleponnya mati sendiri, gimana? Nanti dia pikir gue yang matiin? Terus kalau dia pikir gue nggak nerima dia gara-gara itu gimana?'
Setelah mikir-mikir sejenak, akhirnya gue telepon dia. Ternyata, sambungannya emang mati sendiri. Biasa, provider Indonesia, bilang gratis nelpon tapi tiap berapa menit dimatiin.
Setelah beberapa tahun, gue ngobrolin soal ini sama si A. Rupanya waktu itu dia pikir gue yang matiin teleponnya.
Terus gue jadi kepikiran, 'Wuih, coba waktu itu gue nggak telepon balik, jangan-jangan kita nggak kayak gini sekarang.'
Inti dari post ini? Sebenernya gue udah lama mau cerita aja, tapi gue nggak pernah ketemu orang, tempat, dan saat yang tepat buat cerita, jadi gue cerita di sini aja, deh.
Ada pesan moralnya, deh. Hal-hal kecil yang lo lakuin di masa lalu bisa berpengaruh besar sama masa depan lo. Kok jadi Menganalisis Masa Lalu The Series, ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar