Jadi, di tahun terakhir gue kuliah, gue kerja magang (?) di lembaga penelitian Untar, LPPI. Awalnya Delvi yang sudah duluan membantu dosen gue, Bu T dalam penelitian-penelitian beliau. Dalam melaksanakan penelitiannya, Ibu T memiliki rekan bernama Pak J. Pak J ini adalah ketua LPPI saat itu. Kebetulan admin yang bantu di LPPI sudah akan keluar karena akan lulus, jadi gue ditawari kesempatan ini.
Pengalaman gue kerja di LPPI bisa dibilang cukup standar. Sejujurnya, gue sendiri nggak terlalu ingat gue kerja di sana sejak kapan sampai kapan, tapi seingat gue, gue kerja di sana sekitar 6 bulan. Mungkin gue berhenti pas mau bikin skripsi, karena gue harus fokus untuk wawancara peserta penelitian dan menganalisa hasilnya.
Karena gue kerja di sana sebagai admin, pekerjaan gue nggak jauh-jauh dari mengetik jadwal, mencetak dokumen, dan bantu-bantu acara yang diadakan LPPI. Satu kantor berisi empat orang, gue, satu Ibu, dan dua Bapak. Maaf sekali Ibu dan Bapak-Bapak, saya tidak ingat nama kalian. Tapi saya ingat saya disambut dan diperlakukan dengan baik selama bekerja. Terima kasih.
Yang seru adalah pekerjaan sampingan gue. Gue memang dipekerjakan sebagai admin LPPI, tapi gue juga kadang diajak Ibu T dan Pak J untuk membantu penelitian mereka. Kalau bukan karena mereka, gue nggak akan punya pengalaman jalan-jalan di gunung sambil ngetes anak-anak SD.
Pak J punya calon mantu yang kerja bareng mereka. Namanya Kak C. Kak C itu baik banget. Dan pintar banget juga. Pokoknya keren, deh.
Kerja bareng tim penelitian tentu ada positif dan negatifnya. But let's not talk about negative things.
Satu hal yang membuat gue tersentuh dan terkesan adalah perhatian dari Ibu T dan Pak J. Tentu, ada saat-saat dimana gue agak tidak setuju dengan perbuatan mereka, tapi overall, mereka sebenarnya baik. Gue masih ingat pas gue dan Delvi ditraktir makan, dengan nasi dua porsi dibagi lima, tapi sayurnya banyak. Gue makan sayur-sayuran warteg ya cuma pas gue kerja sama mereka aja. Pengalaman, sih.
Ada juga saat gue diundang makan ulang tahunnya salah satu dari mereka. Tapi yang paling berkesan itu pas gue wisuda. Mereka beliin gue dan Delvi boneka beruang yang pakai toga + bunganya. Sebenarnya simple, sih, tapi hal-hal kecil seperti itu yang bikin gue merasa senang.
Seingat gue waktu skripsi gue masih bantu mereka sekali lagi untuk ambil data, tapi setelah itu gue sudah nggak keep in touch lagi. Agak sayang, sih, tapi karena memang pisah baik-baik, gue rasa nggak terlalu masalah. Siapa tahu, mungkin di masa depan gue akan ketemu lagi dengan mereka.
Untuk sekarang, sepertinya sampai di sini dulu Life Update kali ini. Sampai jumpa di post selanjutnya.
Fanfan, Out.
Pak J punya calon mantu yang kerja bareng mereka. Namanya Kak C. Kak C itu baik banget. Dan pintar banget juga. Pokoknya keren, deh.
Kerja bareng tim penelitian tentu ada positif dan negatifnya. But let's not talk about negative things.
Satu hal yang membuat gue tersentuh dan terkesan adalah perhatian dari Ibu T dan Pak J. Tentu, ada saat-saat dimana gue agak tidak setuju dengan perbuatan mereka, tapi overall, mereka sebenarnya baik. Gue masih ingat pas gue dan Delvi ditraktir makan, dengan nasi dua porsi dibagi lima, tapi sayurnya banyak. Gue makan sayur-sayuran warteg ya cuma pas gue kerja sama mereka aja. Pengalaman, sih.
Ada juga saat gue diundang makan ulang tahunnya salah satu dari mereka. Tapi yang paling berkesan itu pas gue wisuda. Mereka beliin gue dan Delvi boneka beruang yang pakai toga + bunganya. Sebenarnya simple, sih, tapi hal-hal kecil seperti itu yang bikin gue merasa senang.
Seingat gue waktu skripsi gue masih bantu mereka sekali lagi untuk ambil data, tapi setelah itu gue sudah nggak keep in touch lagi. Agak sayang, sih, tapi karena memang pisah baik-baik, gue rasa nggak terlalu masalah. Siapa tahu, mungkin di masa depan gue akan ketemu lagi dengan mereka.
Untuk sekarang, sepertinya sampai di sini dulu Life Update kali ini. Sampai jumpa di post selanjutnya.
Fanfan, Out.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar