Minggu, 31 Desember 2017

Life Update Pt. 4 - Work Life

Halo~ Kembali lagi dengan Fanfan di seri Life Update.

Setelah di bagian lalu gue cerita mengenai pengalaman gue job hunting, sekarang gue akan cerita mengenai pengalaman gue selama sekitar setahun ini.


Sekilas recap dari bagian tiga, gue akhirnya diterima di PT S! Yay.

Hari pertama kerja, gue diminta untuk datang ke kantor Karawaci. Dengan setengah gugup dan setengah excited, berangkat lah gue ke kantor Karawaci. Orang pertama yang jadi kenalan gue di sana adalah Patricia. Ternyata, yang datang di sana bukan hanya Management Trainee (MT), tapi juga Management Development Program (MDP), salah satunya adalah Patricia.

Kami kemudian masuk ke ruangan yang cukup besar, mungkin bisa memuat lima puluh orang lebih? Tapi waktu kami masuk orangnya nggak sebanyak itu, sih, mungkin dua puluhan. Di sana kami kenalan dengan beberapa orang lagi. Dari antara sekitar dua puluh orang yang ada di ruangan itu, hanya lima orang yang MT, sisanya adalah MDP.

Gue kenalan dengan MT Marketing, Aldi; MT QR, Billy; dan dua orang MT HRD selain gue, Edith dan Valerie. Untungnya mereka kelihatannya baik-baik. Seharusnya gue merasa lebih kompetitif, sih, karena, kan, secara nggak langsung (?) mereka adalah saingan gue, tapi karena gue memang bukan tipe yang terlalu peduli dengan hal yang seperti itu, gue malah bersyukur, jadi ada teman senasib.

Hari pertama kerja, dan gue sudah ijin pulang lebih cepat. Apa boleh buat, gue ada acara gladi resik wisuda soalnya. Jadilah gue balik sebelum briefing hari pertama selesai. BTW, gue juga dipertemukan sama mentor MT, Pak Alvian.

Hari kedua kerja, gue nggak masuk. 4 Oktober 2017 adalah hari resmi Tiffany Frederika diwisuda. Setelah make-up, acara, dan foto-foto, gue balik ke Karawaci untuk mempersiapkan hari ketiga. Oh ya, sekarang gue nge-kost di Karawaci karena meskipun jarak Karawaci-Jakarta nggak sejauh itu, ngebayangin macet-macetan setiap hari di jalan bikin gue stress. Dan lagi gue jadi akan punya lebih banyak waktu untuk istirahat.

Masih di hari kedua, salah satu temen baru gue, Edith, nanya-nanya soal rute busway dari Jakarta ke Karawaci. Kebetulan dia juga tinggal di Jakarta dan nge-kost, tapi dia masih belum tahu soal rute transportasi umum. Jadi gue merekomendasikan dia untuk pakai Trafi, aplikasi untuk nge-track busway dan kawan-kawannya. Ini bukan iklan, ya.

Hari ketiga kerja, gue diminta untuk datang ke Head Office (HO). Di HO ternyata masih ada perkenalan yang lebih mendalam mengenai tempat kerja gue. Selama seminggu dua hari, kami diajarkan mengenai value perusahaan, visi misi, dan hal-hal yang perlu diketahui selama bekerja di sana.

Salah satu keuntungan kerja di PT S, karyawannya dapat makan siang. Jadi berasa kayak sekolah lagi. Jam 12 turun, antri, terus makan di meja besar sama teman-teman se-gank. Gank MT. Lol. Gue masih ingat awal-awal kami makan bareng. So awkward. Kalau nggak makan, ngobrol ringan, ya main HP.

Setelah seminggu di HO, kami diturunkan ke unit selama sekitar sebulan. Di sana kami diminta untuk observasi. Hitung-hitung untuk lihat proses kerja juga. Tempat observasi kami berbeda-beda, jadi agak jarang ketemu, tapi ada tempat yang paling oke untuk ngumpul, perpustakaan.

Di hari pertama setelah selesai observasi, Valerie ketemu perpustakaan untuk mengerjakan laporan. Jadi lah kami nongkrong di perpustakaan untuk bikin laporan observasi. Sebulan itu benar-benar bonding time. Dari yang awalnya awkward pas makan siang, kami sudah bisa ngobrol dengan lebih nyaman, main bareng, jalan bareng, nonton bareng. Pokoknya itu masa-masa yang sangat nggak terlupakan. Sayangnya nggak bisa gue ceritain di sini. Haha.

Aldi, Billy, Fanfan, Edith, Valerie
Singkat cerita, satu bulan berakhir, dan kami mulai ditempatkan di bagian masing-masing. Untuk MT HRD, kami ditempatkan di rekrutmen. Sayangnya, kami dipecah juga. Gue dan Edith di HO, sementara Valerie di kantor Karawaci. Jadi agak jarang ketemu, deh, sama Valerie. Agak, karena anak-anak kantor Karawaci sering datang ke HO juga sebenarnya. Gue ditempatkan bersama Kak Edo, Edith dengan Kak Rizky, sementara Valerie dengan Pak Hardi, atau yang lebih sering disebut dengan Koko.

Di awal beberapa bulan gue kerja, Pak Alvian resign. Anak MT jadi seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Well, not really. Ada penggantinya Pak Alvian, tapi lucu aja rasanya, dengan kontrak 3 tahun, mentor gue sudah berubah dalam beberapa bulan.

Memasuki Desember, Kak Rizky, yang kerja dengan Edith, mulai ditugaskan ke unit. Jadi gue dan Edith hanya punya Kak Edo sebagai tempat bertanya-tanya. Itu pun nggak bertahan lama. Awal Februari Kak Edo resign. Kepala rekrutmen juga resign. Jadi lah gue dan Edith tidak punya siapa-siapa untuk bergantung. Well, sebenarnya, sih, masih ada karyawan lain, dan mereka juga baik-baik, tapi karena dari awal di-assign-nya sama Kak Edo dan Kak Rizky, ketika mereka pergi rasanya jadi agak sedih juga.

But life is a series of "Hello"s and "Goodbye"s. Kalau ada yang pergi, maka ada yang datang juga. Sekitar bulan Februari atau Maret, ada dua karyawan baru. Audy dan Reyner. Ada juga karyawan pindahan dari kantor Karawaci, Pendy.

Pendy ini kasus khusus, sih. Jadi, dulu kan gue sekolah di sekolah yang sama sejak SD sampai SMA, nah, Pendy ini juga satu sekolah sama gue. Kadang-kadang satu kelas, malah. Kami dulu sempat main bareng, tapi seperti pertemanan lain di masa sekolah gue, gue sudah nggak update lagi soal dia sejak lulus sekolah. Bayangin kagetnya pas gue lagi nunggu untuk tanda tangan kontrak kerja, dan ketemu sama dia. Lucu juga, sih. Rasanya dunia memang sempit.

Gue. Edith, Valerie, Pendy, dan Reyner jadi sering main bareng. Jalan bareng, nonton bareng, makan bareng. Juni lalu kami juga ke Puncak berlima. Berharapnya, sih, ketemu batu ajaib terus jadi Power Rangers, tapi nggak kejadian.

Reyner, Valerie, Edith, Fanfan, Pendy
Close enough?


Setelah di rekrutmen, MT HRD di tempatkan di bagian lain dengan proyek-proyek lain. Karena sudah ganti bagian, Valerie balik lagi ke HO. Yay!

Fast forward ke Desember 2017, tim HRD (a.k.a TA di PT S) menang juara dua di lomba menghias pohon Natal. Random, sih, tapi itu momen yang memorable buat gue. Karena kami semua benar-benar kerja bareng untuk bikin pohon Natal itu. Hadiahnya dipakai untuk karaoke sekantor. A nice way to end the year.



Begitu lah kira-kira yang terjadi di hidup gue selama nggak aktif di sini. Tapi ini bukan akhir. Kalau di empat bagian ini gue cerita tentang life changing events, di bagian selanjutnya gue akan cerita mengenai hal-hal kecil random mengenai kehidupan fangirling gue. So, stay tuned!

Or not, it's okay. Haha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar