Kamis, 26 April 2018

Balada Mobil di Bulan April.

Halo, kembali lagi dengan Fanfan. Kali ini gue akan cerita mengenai kejadian yang menimpa gue hari ini.

Jadi, ceritanya tadi pagi gue berangkat kerja naik mobil, karena beberapa hari ini hujan, dan supaya irit waktu + ongkos. Setibanya gue di tempat parkir, gue parkir di satu lahan yang di belakangnya ada pohon. Gue memang sudah lihat pohon itu pas mau parkir.

Setelah gue selesai parkir, gue lihat, 'Kok kayaknya gue masih lebih maju dibanding mobil sebelah gue, ya?' Jadilah gue mundur lagi, dong. Eh, mobil gue nabrak pohon di belakang. Langsung buru-buru gue majuin. Beberapa detik setelah itu merupakan pengalaman yang... unik. Gue benar-benar bisa mendengar suara kaca belakang mobil gue pecah. Pecahnya, tuh, kayak retakan rambut, tapi di seluruh kaca dan kecil-kecil. Gue cuma berdoa supaya Bokap nggak marah-marah.

Nggak terlalu jelas, sih, tapi kira-kira begini keadaannya.
Setelah syok awal gue mereda, gue mulai bingung. Apa yang harus gue lakukan? Tentu saja yang pertama adalah chat di grup keluarga. Sayangnya tidak ada yang menanggapi gue. Jadilah gue telepon Nyokap. Kata Nyokap yang penting nggak ada barang berharga di mobil. Matiin saja mobilnya, terus kerja seperti biasa. Tapi jangan lupa lapor security, just in case ada apa-apa.

Sesampainya di kantor, security di parkiran whatsapp gue. Gue sudah agak khawatir, karena takutnya mobil gue sudah bolong. Untungnya nggak, sih. Dia cuma menyarankan gue untuk beli lakban. "Takut kacanya nggak kuat," katanya.

Setelah diskusi dengan Nyokap dan teman-teman gue, makan siang gue ke mall untuk cari plastik buat nutupin kacanya. Adanya bubble wrap. Jadi gue beli bubble wrap untuk melapisi kaca gue. Supaya nggak bolong dan supaya kalau memang pecah, kacanya nggak berantakan kemana-mana.

Karena gue nggak bawa gunting, gue harus balik ke kantor dulu. Cuaca sudah gerimis. Pas gue sampai di parkiran, sudah hujan. Karena lagi hujan, gue coba melapisi bagian dalam mobil dulu. Perjuangan banget. Dan panas pula, karena gue nggak berani menyalakan mesin mobil. Takut getarannya bikin kacanya pecah.

Setelah bagian dalam selesai, gue coba mulai bagian luar. Untungnya hujan sudah reda juga. Tapi di belakang mobil gue itu tanah merah, dan karena hujan, tanahnya jadi basah dan lembek. Setelah melalui perjuangan dan kehujanan ditengah-tengah proses, akhirnya selesai juga! Not perfect, but hopefully enough.



Proses melapisi plastik bikin jaket dan celana gue kotor. Belum lagi sepatu gue dan karpet dalam mobilnya. Parah. Jadi sebelum balik ke kantor gue balik ke kos dulu. Ganti celana dan lepas jaket.

Sesampainya di kos, gue lepas jaket gue karena basah, dan cuci kaki di pekarangan kos, supaya nggak kotor-kotor amat. Begitu gue selesai, mobil gue bunyi. Dia terkunci sendiri, dong. Dan kuncinya ada di dalam mobil. Unbelievable. But it happened. Gue sudah diajarin Bokap gue cara buka pintu pakai HP, tapi gue coba tetap nggak bisa. Akhirnya gue telepon Bokap untuk minta dibukain. Untung saja bisa.

Setelah ngambil barang di mobil dan bersih-bersih, gue balik ke kantor. Dannnnnnn...

Selesai.

Segitu aja balada mobil gue. Kalau mau bilang menyesal, sih, menyesal banget gue tadi pagi bawa mobil. Menyesal banget tadi gue mundur lagi. Bagaimana jika...? Seharusnya bisa... Kalau saja tadi nggak...

Tapi toh menyesali apa yang terjadi nggak ada gunanya. Dijadikan pelajaran pasti, tapi kalau diulang-ulang di kepala dan bego-begoin diri sendiri? Well, it's not gonna do anything good.

By the way, hari ini teman gue Pendy ulang tahun! Meskipun dia mungin nggak baca ini, still, Happy Birthday, Pendy!

Sekarang mari berharap gue besok sampai di rumah dengan selamat tanpa ada insiden apa pun.

Fan-fan, Out!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar