Hai hai.
Kali ini gue akan lanjut untuk cerita mengenai perjalanan gue di Aussie Day 5-8.
DAY 5 - TARONGA ZOO, VIVID IDEAS
Hari kelima dimulai dengan perjalanan ke Taronga Zoo. Tadinya kami sempat bingung mau ke kebun binatang yang mana, karena kan di Sydney ada beberapa kebun binatang, tapi setelah baca-baca review dan memperhatikan harga, kami pilih Taronga Zoo.
Untuk ke Taronga, kami harus naik ferry. Setelah ferry, bisa pilih mau naik gondola atau naik bus untuk ke kebun binatangnya. Kami pilih naik bus. Kenapa? Karena kami nggak tahu bahwa naik gondola itu gratis kalau lo sudah punya tiket. Kami tahunya setelah sore dan gondolanya tutup.
Anyway, di Taronga itu dingin banget. Gue sama Valerie sampai sudah beberapa kali mau pulang karena kedinginan. Tapi ya itu, 'Kapan lagi gue ke Sydney?' Jadi kami tahan-tahanin. Sebenarnya ada cerita menarik (lucu?) mengenai Valerie dan dingin, tapi balik lagi, it's not my story to tell. Padahal gue pengen banget cerita. Haha.
Di Taronga kami lihat-lihat banyak binatang, dan gue kesampaian untuk pegang kangguru! Dan lihat wombat! Dan lihat koala! Sayang nggak difoto. Tapi yang penting gue sudah pegang. Bulunya halus. Seteleh pegang kangguru, setiap kali di jalan gue liat ada yang jualan bulu kangguru jadi sedih sendiri. Kan kasihan.
Tempat makan di sini lumayan unik, karena banyak burung bertebaran. Mereka nggak ganggu atau ngapain, sih, lucu aja. Kami makan makanan yang sudah dibeli sebelumnya, karena kami tahu makanan di sini akan mahal. Tapi tetap saja akhirnya gue beli hot chocolate sama hot fries karena kedinginan.
Setelah keliling, tiba waktunya kami untuk balik, karena kebun binatangnya tutup. Kami balik ke hotel, pakai baju tambahan, terus pergi lagi untuk menghadiri Vivid Ideas. Jadi Vivid Ideas itu kayak serangkaian acara mengenai ide-ide gitu (?). Yang gue datangi adalah mengenai privasi data gitu. Gue sama Edith pergi, sementara Valerie di hotel karena sakit.
Acaranya lumayan menarik, sih, meskipun isinya lumayan mainstream. Jagalah datamu. Jangan sampai digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Gue dan Edith masih keliling-keliling di Circular Quay sebentar, kami kebagian main-mainin lampu sorot. Lampu yang biasa disorot ke langit supaya nggak hujan itu. Setelah selesai kami balik ke hotel.
DAY 6 - BONDI, COOGEE, WENDY'S SECRET GARDEN, LUNA PARK
Hari keenam, kami pergi ke Bondi Beach. Pantainya bagus banget. Karena cuacanya juga cerah, semua warna jadi lebih cerah. Ombaknya besar, banyak orang latihan surfing di situ. Sebenarnya kami berencana untuk jalan dari Bondi ke Coogee melewati Bondi to Coogee Coastal Walk, tapi karena kami kesiangan dan rasanya nggak sanggup, kami pesan uber ke Coogee.
Pantai di Coogee juga bagus. Lebih sepi dari Bondi, tapi nggak kalah bagusnya. Di situ juga ada kolam pinggir pantai yang gratis. Sayang gue lagi nggak bisa berenang. Jadi gue hanya duduk manis makan McNugget dipinggir pantai sambil dilihatin burung sementara teman-teman gue berenang.
Meskipun itu pantai dan cuaca cerah, anginnya tetap nggak nahan. Dingin banget. Seumur-umur baru pertama kalinya gue ke pantai pakai jaket panjang dan masih kedinginan. Untung masih ada matahari. Sebagai informasi, hari keenam ini adalah hari terakhir musim gugur. Jadi tanggal 1 Juni di Aussie sudah musim dingin.
Puas berenang dan melihat laut, kami lanjut jalan ke Wendy's Secret Garden. Seperti namanya, taman ini lumayan tersembunyi. Tapi bagus. Dan karena tempat ini tersembunyi, rasanya kayak lagi ada di tempat rahasia gitu. Just like the name. lol.
![]() |
| Pemandangan dari Wendy's Secret Garden |
Dari Wendy's Secret Garden, kami jalan ke Luna Park. Luna Park ini taman bermain, tapi kami ke sana untuk lihat Vivid. Untungnya kalau malam dan selama Vivid, Luna Park gratis. Tapi kalau mau main tetap bayar. Edith sama Valerie main permainan yang kayak di bazaar gitu, yang lempar bola gitu-gitu, sementara gue nggak main.
Kami nggak lama-lama di Luna Park karena memang nggak banyak hal untuk dilihat dan dilakukan. Kami ke Circular Quay untuk lihat-lihat sebentar, lalu makan di restoran Thai karena Edith mau makan Thai. Gue sih makan mie gelas.
DAY 7 - BERBURU KOIN, QUEEN VICTORIA'S BUILDING, CHINATOWN, PADDY'S MARKET, ROYAL BOTANIC GARDEN
Hari pertama musim dingin. My first winter ever. Nggak ada yang berubah secara drastis, sih. Gue sendiri nggak yakin apakah suhunya berubah. Anyway, hari kami diawali dengan berburu pressed coins. Sebenarnya cuma gue sih yang beruru, karena menurut gue koinnya lucu, tapi Valerie nemenin. Edith stay di hotel karena sakit. Gue cuma berhasil ngumpulin dua, tiga kalau sama yang di Three Sisters.
Karena masih lumayan pagi, kami pergi ke Queen Victoria's Building. Semacam mall gitu. Tetap beda sama mall Jakarta, tapi lebih mirip, lah, kalau dibandingin sama Leura Mall. Katanya dulu Ratu Elizabeth kalau ke Aussie tidurnya di sini. Yang keren, tuh, di sana ada surat dari Ratu untuk dibuka di masa depan gitu, tahun 2080-an kalau nggak salah. Kan penasaran, ya.
Dari QVB, kami ke Chinatown. Kayaknya kalau nanti gue jalan-jalan ke luar negeri, satu tempat yang harus gue datengin itu Chinatown, deh. Kan menarik, mengunjungi Chinatown di berbagai negara,
Anyaway, kami janjian sama Edith untuk ketemu di tempat makan di Chinatown. Gue makan lemon chicken, sementara Valerie makan chicken katsu. Pas gue sama Valerie foto di gerbang Chinatown, ada dua cewek lagi syuting gitu, ada cameraman-nya juga. Jadi bingung karena mereka ngalangin kami untuk foto. Tapi akhirnya mereka pergi, sih.
Sudah makan, kami ke Paddy's Market. Paddy's Market itu semacam Mangga Duanya Sydney gitu. Jadi kalau cari oleh-oleh yang murah ya di situ. Lumayan seru, sih, lihat barang-barang lucu. Di sini juga ada kejadian lucu. Jadi ada satu penjaga toko, orang Chinese Thai. Ada bapak-bapak ngomong ke dia.
Bapak: This is from China, right? Everything is made in China. *Nunjuk bumerang*
Staff: No, Sir. This is not from China.
Bapak: Then where it's from?
Staff: It's from Indonesia, Sir. It's good.
Jadiiiiii kalau beli bumerang di Paddy's market, ingat-ingat bahwa itu buatan Indonesia. Tapi gue nggak menjamin keaslian pernyataannya, ya.
| Foto iseng di Paddy's |
Dari Paddy's kami balik dulu ke hotel, untuk taruh barang-barang belanjaan dan istirahat. Pas sudah sore, kami berangkat ke Circular Quay. Kali ini kami mau mengejar Vivid di Royal Botanic Garden. Sekali lagi gue bilang, bagus. Karena tempatnya luas, gelap, dan banyak lampu, jadinya keren. Tapi ramai banget.
Ada satu pengalaman yang hampir bikin jantung gue copot. Jadi ceritanya gue mau makan Baskin Robbins karena gue lihat di internet yang double scoop harganya cuma $4. Murah banget, kan. Jadilah gue ke sana. Pas gue sudah berdiri di depan counter, ternyata yang single aja harganya AUD 7.5. Tapi kan gue sudah terlanjur di depan, ya. Jadinya gue pesen, deh, Cookies and Cream. Rencananya mau sekalian menghabisi koin juga, supaya nggak berat.
Pas gue mau ngambil dompet, betapa syoknya gue pas dompet gue nggak ada. Gue langsung ke teman-teman gue (mereka nunggu di ujung toko) dan dengan panik gue kasih tahu bahwa dompet gue nggak ada. Valerie dengan sigap bayarin dulu es gue. Rupanya staff yang ngelayanin gue bingung karena gue tiba-tiba pergi. Maaf ya, mas.
Setelah bayar, kami coba menjalani kembali jalan kami sebelumnya. Yang bikin panik, tuh, karena kunci hotel gue juga ada di situ. Setelah jalan dan nggak ketemu, gue coba cek di kantong belakang tas gue. Tadaaa. Ada, dong. Jadi dompet gue ada di kantong belakang tas gue.
Masalahnya adalah gue nggak ingat sama sekali kapan gue masukin dompet itu, apakah setelah gue keluar dari stasiun, atau saat gue mau bayar es. Aneh banget, dan agak alarming, sih. Gue jadi bertanya-tanya apa yang terjadi dengan otak gue. Tapi untungnya dompet gue ketemu.
Selesai dari Royal Botanic Garden, kami jalan-jalan di King Cross. Setelah gue perhatiin, di daerah ini banyak bar gitu. Kami nggak masuk, sih. Kami jalan-jalan untuk mengejar hidden art-nya Vivid Sydney, tapi HP gue dan Valerie nggak bisa pakai AR, sementara HP Edith yang bisa pakai AR, sinyal GPS-nya lemah, jadi kami gagal menemukan hidden art. Akhirnya kami balik ke hotel.
DAY 8 - PADDINGTON MARKETS, REUNION, WALKING AROUND, HOME
Hari kedelapan. Hari ini kami ke Paddington Markets yang hanya buka hari Sabtu. Anehnya, pas kami ke sana, nggak ada yang jualan. Ternyata, karena hari itu berangin, Paddington Markets ditiadakan. Pas banget, deh.
Ya sudah, kami pergi ke Fox Studios. Kami nggak masuk ke Fox Studios-nya, tapi kami jalan-jalan di sekelilingnya yang ada orang-orang jualan. Hari ini gue ada janji untuk ketemu dengan teman sekolah gue, namanya Yohanes. Sudah lama banget gue nggak ketemu sama dia. Tiffany mau ketemu dengan orang dari masa lalunya? Bisa dibilang ini semacam keajaiban. Tapi toh gue sama dia juga nggak ada masalah, dan ketemunya nggak rame-rame, jadi kami ketemuan, deh.
Gue makan pasta seharga AUD 20. Makanan termahal gue selama di Sydney. Tapi itu pengalaman, sih. Setelah makan, gue ngenalin Yohanes sama Edith dan Valerie. Kami jalan-jalan tanpa tujuan sambil menunggu waktu berangkat ke airport. Kami balik lagi ke QVB, ke Paddy's Market. Sekitar jam empat kami balik ke hotel untuk ambil barang dan berangkat ke bandara.
Kami berangkat jam sembilan, transit di Canberra setengah sampai satu jam, transit lagi di Changi, dan terbang ke Jakarta.
Sekian petualangan gue di Aussie. Kalau mungkin kalian mau tanya-tanya, silahkan komen di bawah.
Fanfan, out!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar