Minggu, 31 Desember 2017

Life Update Pt. 4 - Work Life

Halo~ Kembali lagi dengan Fanfan di seri Life Update.

Setelah di bagian lalu gue cerita mengenai pengalaman gue job hunting, sekarang gue akan cerita mengenai pengalaman gue selama sekitar setahun ini.

Minggu, 24 Desember 2017

Life Update pt. 3 - Job Hunting

Halo~ Tidak terasa kita sudah di bagian tiga dari seri Life Update.

Tenang saja, masih banyak bagian-bagian lainnya, kok. Gue rasa nggak ada orang yang tertarik untuk baca ini, sih, tapi nggak masalah, gue akan tetap update mengenai hal-hal yang terjadi selama dua tahun ini. Yah, bisa dibilang sebagai arsip pribadi?

Anyway, kali ini gue akan membahas mengenai hal-hal yang terjadi setelah gue lulus.

Minggu, 17 Desember 2017

Life Update pt. 2 - LPPI

Halo semuanya. Kembali lagi bersama Fanfan di seri Life Update. Dalam bagian kedua ini, gue akan membahas mengenai pengalaman lain gue di kampus sebelum lulus, yaitu magang dan membantu penelitian dosen.

Minggu, 27 Desember 2015

Pro dan Kontra Mengenai Homoseksualitas dalam Iman Kristen

PENDAHULUAN
Dewasa ini, sudah banyak orang-orang yang menyatakan diri sebagai seorang homoseksual. Tidak sedikit dari orang-orang ini merupakan umat Kristen, terlebih lagi di negara-negara Barat seperti Amerika. Beberapa gereja bahkan telah setuju untuk melakukan upacara pernikahan bagi para gay dan lesbian.
Tentu saja hal ini merupakan sebuah kontroversi. Sebagian orang mengatakan bahwa hubungan homoseksual adalah dosa, sementara sebagian lain mengatakan bahwa hubungan homoseksual merupakan hubungan yang sama seperti hubungan heteroseksual sehingga bukan merupakan suatu dosa. Bagaimana sebenarnya pandangan kekristenan mengenai homoseksual?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonseia Darlam Jaringan (n.d.) homoseksual adalah  keadaan saat seseorang merasa tertarik dengan orang lain yang berjenis kelamin sama dengan dirinya. Perempuan yang homoseksual disebut lesbian, sementara laki-laki homoseksual disebut gay.
Pada tahun 1974, American Psychiatry Association menghapuskan homoseksual dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yang merupakan buku berisi panduan mengenai kelainan mental (Hickey, 2011). Dengan dihapuskannya homoseksual dari DSM, maka homoseksual secara resmi dikategorikan sebagai sesuatu yang normal dan bukan merupakan kelainan mental.
Hubungan homoseksual sudah ada sejak lama. Pada zaman Yunani Kuno, adalah hal yang wajar bila seorang laki-laki dewasa mengambil seorang anak laki-laki atau laki-laki muda sebagai kekasihnya. Laki-laki yang lebih tua, disebut erastes, akan menjadi pihak agresif sekaligus mentor bagi laki-laki yang lebih muda, yang disebut eromenos atau paidika. Namun hubungan ini akan berakhir ketika erosmenos menginjak usia dewasa. Pada negara lain seperti Roma juga terdapat literatur-literatur mengenai hubungan homoseksual, meskipun seiring berjalannya waktu, masyarakat Roma mulai menganggap hubungan homoseksual sebagai sesuatu yang abnormal dan menghukum kaum homoseksual (Pickett, 2011).
Meskipun tidak banyak disebut dalam sejarah, namun hubungan homoseksual antarperempuan juga telah ada sejak lama. Salah satu sumber yang paling dikenal adalah Sappho yang berasal dari Pulau Lesbos, yang menjadi asal kata dari lesbian (“Lesbian relationships originated in ancient Greece on Lesbos Island”, 2007).
Di Indonesia sendiri homoseksualitas juga sudah dikenal sejak lama. Sebelum agama-agama besar masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia masih menjalankan ritual-ritual adat yang berhubungan erat dengan homoseksualitas. Contohnya adalah kelompok Bissu, Calabai, dan Calalai dalam Suku Bugis dan hubungan Warok-Gemblak di Ponorogo, yang sekarang menjadi langka karena dianggap menyimpang oleh agama-agama besar dan pemerintah (Reksodirdjo, 2011).

Jumat, 07 Agustus 2015

Complain



Gue lagi kesal banget sama toko furniture yang berasal dari salah satu negara di Skandinavia. Sebenarnya ini sudah lumayan lama, tapi karena gue masih kesal dan masalahnya juga belum selesai, jadi gue tulis di sini, supaya senggaknya rasa kesalnya bisa mereda.

Jadi ceritanya begini.

Sabtu, 25 Juli 2015

B01

Halo~ Fanfan balik lagi. Setelah cerita sekilas soal liburan gue, sekarang gue mau ngasih tahu rute angkutan umum yang gue tahu. Tolong jangan nge-stalk gue di rute ini. Gue cuma mau nge-share pengalaman dan pengetahuan. Kali aja ada orang-orang kayak gue yang nyasar pas mau jalan ke Baywalk. Haha.

Rute-rute ini juga sekalian gue bikin buat adik-adik gue tercinta, kalau mereka ketemu blog ini, karena sama kayak gue, mereka juga anak rumahan yang jarak banget naik angkutan umum selain bajaj dan taksi.


Jumat, 16 Januari 2015

Fatal Frame

Selasa lalu, gue nonton film Fatal Frame di Grand Indonesia. Sendirian. Kenapa harus jauh-jauh ke GI? Karena filmnya paling deket cuma ada di GI.

Jadi gini ceritanya. Biasanya kalau lagi bosen gue suka buka detik.com, nah pas gue buka soal film-film yang dinanti gitu, ada dibahas soal Fatal Frame. Buat yang nggak tau, Fatal Frame itu film yang diadaptasi dari game yang diadaptasi dari novel. Kira-kira begitu.

Kalau di game-nya, sih, kita ngalahin hantu dengan cara ambil foto mereka pake kamera yang disebut Kamera Obscura, kalau nggak salah. Engku gue dulu sering main game ini. Yang paling gue inget, dia sering main Fatal Frame 2. Ceritanya sedih gitu. Tapi cerita filmnya nggak diambil dari cerita game-nya, bisa dibilang dia cuma pinjem nama dan konsep?



Awas spoiler!

Minggu, 28 Desember 2014

Stand by Me Doraemon dan Exodus: Gods and Kings

Udah lama banget gue nggak nulis di sini, ya? Rencananya sih pas liburan gue mau nulis, tapi rasanya males banget... Anyway, gue baru aja nonton dua film yang menurut gue mengecewakan, Stand by Me Doraemon, sama Exodus: Gods and Kings.


Harap diingat bahwa semua yang gue tulis di sini cuma opini gue doang. Karena gue nggak suka sama film-film ini, bukan berarti filmnya nggak bagus atau gimana, cuma nggak cocok aja sama gue.

Spoilers ahead!

Jumat, 21 November 2014

Divergent

Tau divergent? Yang muncul di bayangan banyak orang pasti film dan novel Divergent, tapi bukan itu yang gue maksud.

Dalam psikologi, seenggaknya dari yang udah gue pelajari, divergent itu maksudnya cara pikir yang bisa bercabang, bukan kayak konvergen yang cuma punya satu tujuan. Kalau contoh gampangnya, gunanya kertas buat apa aja? Orang yang cuma bilang buat nulis berarti cara pikirnya konvergen, sementara orang yang bisa menyediakan banyak jawaban (buat nulis, buat origami, buat ganjel kaki meja yang nggak seimbang, buat bungkus "sesuatu") berari cara pikirnya divergen.

Rabu, 22 Oktober 2014

Nostalgia Awal Kuliah dan Yang Lainnya

Hari Senin lalu, salah satu temen gue, Vania ulang tahun. Karena satu dan berbagai macam hal, kami ngerayainnya hari ini. Entah kenapa gue jadi teringat sama waktu pertama kali gue masuk Psikologi.